Tampilkan postingan dengan label Info Beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Beasiswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Mei 2023

Beasiswa Etos ID untuk Calon Mahasiswa Baru 2023

 Etos ID merupakan bentuk Improvement and Development dari Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa. Etos ID berkomitmen untuk menyelenggarakan program beasiswa yang berfokus pada pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan untuk meningkatkan learning outcome penerima melalui penguatan masukan, proses, evaluasi, dan pengembangan berkelanjutan serta pembentukan ekosistem pembelajaran yang inovatif.

Beasiswa Etos ID ini hanya dibuka untuk calon mahasiswa baru tahun 2023 dan pendaftarannya saat ini telah dibuka mulai 12 Mei-25 Mei 2023. Beasiswa ini memberikan banyak fasilitas, mulai dari tunjangan biaya kuliah tunggal, bantuan aktivitas kuliah, hingga pendampingan mentor untuk aktivitas akademik mahasiswa. Tertarik? Yuk, simak informasi lebih lengkapnya di bawah ini.

Mitra Kerjasama

Beasiswa Etos ID ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa baru angkatan 2023 di 15 kampus mitra Etos ID melalui jalur jalur SNBP atau SNBT. Berikut 15 kampus mitra yang membuka program Beasiswa Etos ID tahun 2023:

  1. Universitas Syiah Kuala
  2. Universitas Sumatera Utara
  3. Universitas Jambi
  4. Universitas Andalas
  5. Universitas Lampung
  6. Universitas Mulawarman
  7. Universitas Palangka Raya
  8. Universitas Hasanuddin
  9. Universitas Halu Oleo
  10. Universitas Pattimura
  11. Universitas Mataram
  12. Universitas Lambung Mangkurat
  13. Universitas Tadulako
  14. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  15. Institut Pertanian Bogor

Persyaratan

Bagi kamu yang telah menerima beasiswa lain, kamu masih bisa untuk ikut mendaftar beasiswa Etos ID ini kecuali bagi penerima beasiswa sejenis dengan Beasiswa Etos ID seperti KIP Kuliah dan Bright Scholarship.

Persyaratan

  • Calon pendaftar merupakan mahasiswa atau calon mahasiswa di 15 kampus Mitra Etos ID dari jalur SNBP maupun UTBK-SNBT 2023.
  • Mahasiswa (SNBP) atau calon mahasiswa (SNBT-UTBK) angkatan tahun 2023.
  • Beragama Islam (Muslim/Muslimah).
  • Memiliki prestasi di bidang akademik dan organisasi.
  • Berkomitmen mengikuti program Etos ID selama 8 semester.
  • Mendapat persetujuan dari orang tua.
  • Berasal dari keluarga prasejahtera.

Persyaratan Berkas

  • Kartu Keluarga.
  • KTP atau Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Kartu Pelajar (bagi yang belum memiliki KTP).
  • Pas Foto terbaru.
  • Slip Gaji Orang tua/Wali

Jadwal Pelaksanaan

  • Pendaftaran: 12 Mei-25 Mei
  • Pengumuman Administrasi: 10 Juni 2023
  • Wawancara: 23 Juni-19 Juli 2023
  • Home Visit: 20-31 Juli 2023
  • Pantukhir: 1 – 3 Agustus 2023
  • Pengumuman Akhir: 7 Agustus 2023
  • Tanda Tangan Akad: 10 Agustus 2023

Tata Cara Pendaftaran

  • Melakukan registrasi pada laman www.beasiswa.etos-id.net 
  • Setelah berhasil melakukan pendaftaran, peserta membuka email yang diisikan sebelumnya untuk melakukan aktivasi dengan klik bagian “Active your Account” yang kemudian akan diarahkan menuju form pendaftaran.
  • Pada form pendaftaran klik bagian “Edit Data Pribadi”.
  • Kemudian isi data pribadi sesuai petunjuk yang ada dan pastikan data yang diisikan adalah valid.
  • Mengisi data keluarga, dengan petunjuk sebagai berikut:
    • Pada bagian “Laki-laki Dewasa dan Perempuan Dewasa” merupakan data untuk kakak yang tertera dalam kartu keluarga dengan usia diatas atau sama dengan 17 tahun atau sudah tamat SMA.
    • Pada bagian “Laki-laki Lansia dan Perempuan Lansia” merupakan data untuk keluarga yang terdapat tanggungan selain yang tertera di kartu keluarga (misal nenek atau kakek).
    • Pada bagian “Laki-laki dan Perempuan Kuliah Beasiswa” merupakan data apabila terdapat kakak yang kuliah dengan jalur beasiswa apapun.
    • Pada bagian “Laki-laki dan Perempuan Kuliah (non beasiswa)” merupakan data apabila kakak kuliah dengan jalur non beasiswa.
    • Pada bagian “Laki-laki dan Perempuan (SMA)” merupakan data apabila terdapat keluarga yang masih aktif di SMA.
    • Pada bagian “SMP/MTS, SD/MI, TK/PAUD/Bayi” merupakan data apabila terdapat keluarga yang masih aktif di SMP/MTS SD/MI TK/PAUD/Bayi.
  • Jika sudah mengisi secara lengkap dan valid, klik “Update”
  • Selanjutnya silahkan unggah berkas-berkas persyaratan dalam bentuk scan, format jpg atau jpeg dengan maksimal ukuran file 2mb.
  • Mengisi data organisasi dan prestasi.
  • Mengisi data kuesioner.
  • Jika telah terisi semua dengan valid, kemudian klik “Update”.
  • Data dapat diubah hingga 25 Mei 2023.

Fasilitas

Beasiswa Etos ID tidak hanya memberikan fasilitas berupa bantuan biaya pendidikan saja, tetapi juga memberikan fasilitas pendampingan mengenai pengembangan diri guna mewujudkan sumber daya manusia daerah yang strategis. Jadi bagi peserta yang nantinya dinyatakan lolos untuk menerima beasiswa Etos ID wajib untuk mengikuti seluruh aktivitas dari Etos ID.

Berikut fasilitas-fasilitas yang akan diberikan bagi penerima beasiswa Etos ID 2023:

  • Tunjangan biaya kuliah semester (UKT) selama 8 semester (terhitung sejak semester 1).
  • Bantuan aktivitas perkuliahan sebesar Rp600.000/bulan selama semester 8 (terhitung sejak semester 1).
  • Peningkatan kemampuan bahasa asing (bahasa Inggris).
  • Pendampingan mentor (akademik dan organisasi).
  • Training pengembangan diri.
  • Persiapan pasca kampus (karir).
  • Temu Etoser Nasional.
  • Kesempatan terlibat dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat.
  • Total beasiswa senilai 3 Milyar Rupiah.

Semoga informasi Beasiswa Etos ID 2023 di atas bisa membantu kamu, ya. Bagi kamu calon mahasiswa dari 15 kampus mitra di atas jangan lupa ikuti seleksi beasiswa Etos ID dan dapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri hingga mendapatkan biaya pendidikan gratis.


Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Sekolah Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.




BACA JUGA :

 

Info Program Beasiswa LPDP Yang Harus Kamu Ketahui

 

Awal dari didirikannya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang disingkat LPDP adalah cita-cita Sri Mulyani Indrawati, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan. Sri Mulyani ingin sekali memperbaiki Sumber Daya Manusia Indonesia dari ketertinggalan, agar SDM yang dimiliki Indonesia semakin baik dan mampu bersaing, serta tidak kalah dengan negara lain. Harapan tersebut diungkapkan oleh Sekjen Kementerian Keuangan, Hadiyanto saat menyampaikan kata sambutan kepada alumni LPDP 2017, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Sejarah Pendirian Beasiswa LPDP

Harapan atau cita-cita besar Sri Mulyani sejalan dengan UUD 45. Di dalam undang-undang juga terdapat amanat mengenai alokasi dana untuk kepentingan pendidikan. Sekurang-kurangnya 20% dari dana APBN harus dialokasikan untuk kepentingan pendidikan, karena hal ini berkaitan erat dengan pembangunan, dalam hal ini pembentukan SDM yang tangguh. Maka pada tahun 2010, pemerintah menyepakati Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dari sebagian dana APBN-P itu. DPPN tersebut dikelola dengan mekanisme endowment fund (dana abadi), yang dilaksanakan oleh Badan Layanan Umum (BLU).

Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat kesepakatan mengenai pengelolaan DPPN dan pemanfaatan hasil pengelolaan. Yaitu, pengelolaan dilakukan oleh Kementerian Keuangan, sementara pejabat dan pegawai di dalamnya merupakan gabungan dari kedua kementerian.

Maka, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.01/2011 tanggal 28 Desember 2011, Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani Indrawati menetapkan Organisasi dan Tata Kelola LPDP, menjadi lembaga non eselon yang menanggungjawabi pengelolaan LPDP tersebut. Sedangkan organisasi tersebut melaksanakan tugasnya dengan berpedoman pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Penyantun LPDP. Dewan Penyantun LPDP tersebut antara lain Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Agama.

Pada 2012, melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 18/KMK.05/2012 akhirnya LPDP ditetapkan sebagai instansi pemerintah, yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum. Kini, Beasiswa LPDP dikenal juga dengan nama Beasiswa Pendidikan Indonesia dan disingkat BPI.

Program Beasiswa yang Diadakan LPDP

Secara sederhana, program yang diadakan oleh instansi pemerintah LPDP ini adalah untuk jenjang pendidikan tinggi tingkat beasiswa S2 dan beasiswa S3. Hal inilah yang memang diutamakan sebagai langkah memperkuat pendidikan Indonesia agar tidak kalah saing di persaingan global. Banyak kalangan sarjana yang sangat berpotensi, namun karena terbentur biaya, maka mereka tentu lebih memilih masuk dunia kerja. Padahal jika diberi kesempatan mengembangkan kemampuannya, banyak dari lulusan S1 yang berpotensi dan menaruh minat pada pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidangnya. Memang, konsekuensi dari keikutsertaan seorang peserta adalah bagaimana ia menerapkan ilmunya kelak di tengah masyarakat. Karena itulah yang sesungguhnya menjadi harapan penggagas dana pendidikan ini.

Pelajari detail beasiswa lebih lanjut

 

BPI ini terbagi atas tiga jenis yaitu Umum, Afirmasi, dan Targeted Group. Untuk menempuh studi ke luar negeri, banyak Sahabat IDP yang memilih beasiswa LPDP Umum berjenis Reguler. Adapun syarat umum bagi yang ingin menempuh Beasiswa LPDP Reguler yaitu:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Telah lulus studi S1 (program sarjana), atau S2 (program magister) dari:
  • perguruan tinggi di dalam negeri, yang terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi)
  • perguruan tinggi kedinasan dalam negeri
  • Perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian Riset Teknologi dan
  • Pendidikan Tinggi Republik Indonesia atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara asal perguruan tinggi.
  1. Jika sedang bekerja, wajib melampirkan surat izin mengikuti seleksi dari departemen sumber daya manusia (HRD)
  2. Sebagai peserta untuk beasiswa luar negeri, wajib melampirkan 3 jenis surat keterangan sehat yaitu surat keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba, dan surat keterangan tambahan yang menyatakan bebas TBC, dari dokter Rumah Sakit Pemerintah.
  3. Melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidangnya.
  4. Memiliki IPK minimal 3.0 untuk pelamar S2, dan minimal 3.2 untuk pelamar S3
  5. Untuk program ke negara berbahasa Inggris, pelamar S2 wajib membuktikan kefasihan berbahasa Inggris misalnya dengan IELTS minimal 6.5 dan pelamar S2 minimal 7.0 kecuali ia merupakan lulusan Perguruan Tinggi luar negeri.
  6. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas regular
  7. Melampirkan rencana studi (program magister) yang berisi silabus program studi yang akan ditempuh
  8. Menulis proposal studi
  9. Melampirkan Proposal Penelitian bagi pendaftar program Doktoral
  10. Menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa:
  • Pelamar bersedia kembali ke Indonesia selesai studi
  • Pelamar tidak sedang menerima dan tidak akan menerima beasiswa dari sumber lain
  • Pelamar tidak sedang dalam status melanggar hukum ataupun mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila
  • Pelamar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar kode etik akademik
  • Selalu mengabdi demi kepentingan bangsa Indonesia, setia kepada NKRI dan sanggup memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP
  • Pelamar menyampaikan data dengan benar, sesuai dokumen asli. Serta bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku jika dokumen tersebut tidak sah.
  1. Pendaftar jenjang Magister maksimal 35 tahun dan jenjang Doktoral maksimal 40 tahun
  2. Memiliki LoA Unconditional dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam LPDP (khusus jenjang Doktoral)
  3. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP
  4. Menjalankan masa kuliah tidak melebihi waktu yang ditentukan oleh universitas.
  5. Jika terdapat pemalsuan data maka bersedia dinyatakan gugur dari LPDP
  6. Membawa SKKB / SKCK dari kepolisian pada waktu seleksi wawancara

Persyaratan tersebut berbeda dengan program sebelumnya dimana pelamar diwajibkan pernah berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, atau kegiatan keilmuan, inovasi maupun budaya dan kreasi. Ia juga harus memiliki karakter kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme, integritas, kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian, kematangan mengelola emosi dan kemampuan beradaptasi.

Syarat umum yang ditawarkan kepada calon pelamar berkaitan dengan proses pelaksanaan dan masa setelah program beasiswa bagi peserta yang terpilih. Tentunya poin-poin tersebut sangat erat dengan nilai moral, yang pastinya harus menjadi perhatian penuh dan disadari para peserta sejak akan melamar.

Syarat yang sudah ditandatangani dengan kesadaran tentunya menjadi semacam kontrak, sehingga tiap peserta yang menyanggupinya harus mematuhi sejumlah konsekuensi tersebut di masa yang akan datang, meskipun sudah selesai menempuh program beasiswa yang mereka harapkan. 

Selain syarat umum ada juga syarat khusus yang harus dipenuhi oleh pelamar beasiswa, diantaranya sebagai berikut: 

1. Wajib mengunggah dokumen Letter of Acceptence (LoA) Unconditinal dari Perguruan

2. Tinggi tujuan pada aplikasi pendaftaran sesuai dengan daftar perguruan tinggi utama dunia yang telah ditentukan oleh LPDP.

3. Bersedia menandatangangi surat pernyataan 

4. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendafataran sebagai berikut: 
•    Pelamar jenjang pendidikan magister maksimal berusia 35 tahun 
•    Pelamar jenajng pendidikan Doktor maksimal berusia 40 tahun.  Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku dan diterbitkan oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.personpte.com) atau IELTS (www.ielts .org) dengan ketentuan:
•    Pelamar program magsiter di luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa inggris TOEFL IBT 80; PTE Academic 58 atau IELTS 6,5.
•    Pelamar program Doktor di luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT 94, PTE Academic 65 atau IELTS 7,0. 

5. Mengunggah surat keterangan menunda untuk memulai studi dari Perguruan Tinggi Utama Dunia, bagi pemilik LoA Unconditional yang waktu mulai studinya tidak sesuai dengan ketentuan LPDP. 
 

Aturan yang Diperketat bagi Penerima Beasiswa

Namun demikian bukan berarti tidak ada semacam oknum dari sekian banyak peserta program, yang mementingkan keinginannya sendiri, yaitu menempuh jenjang pendidikan lanjutan tanpa mementingkan tujuan utama pemerintah. Hal ini sudah pasti mengundang respon kecewa.

Namun selain itu, ada langkah-langkah yang benar-benar dilakukan dalam upaya meminimalisir kerugian karena “penyelewengan” perjanjian tersebut. Di antaranya, pemerintah kini menggunakan jasa debt collector untuk memastikan para peserta yang lari ke luar negeri mengembalikan kerugian yang mereka timbulkan.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, penggantian dana tersebut bisa mencapai hingga Rp4 miliar per orang. Jumlah yang terlalu besar jika harus ditanggung oleh orang yang secara ekonomi memang belum sanggup.

Tapi pada kenyataannya, peluang atau celah sekecil apapun untuk berbuat nakal selalu dimanfaatkan. Maka pemerintah kian mempertegas peraturannya. Bahkan bagi oknum yang berpura-pura kembali ke Indonesia setelah masa pendidikan, tapi ternyata hanya sebentar saja demi mengecohkan pengawasan.

Sudah jelas sekali dari poin-poin yang ditawarkan kepada calon pelamar, bahwa harapan dari program beasiswa LPDP adalah mewujudkan visi pemerintah, yaitu Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul. Masih banyak instansi di Indonesia yang kekurangan SDM berkualitas. Pastinya pemerintah mengharapkan sekali kontribusi dari para peserta program beasiswa, yang sudah selesai menempuh program pendidikan lanjutan tersebut untuk kembali berkarya di Indonesia, tanah ibu pertiwi.

Harap diingat bahwa jenis, persyaratan, dan nilai beasiswa luar negeri dalam halaman ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin saja artikel ini belum mendapatkan pembaharuan terkini yang sesuai dengan perubahan tersebut. Hubungi kantor IDP Education untuk informasi lebih lengkap dengan mengisi form yang ada di halaman ini!




BACA JUGA :

Studi ke Luar Negeri dengan program Beasiswa Dikti

 

IDP dapat membantu mendaftar untuk syarat LoA

Beasiswa Dikti adalah bagian dari program Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, secara spesifik dirancang untuk lingkup tenaga pendidik di Indonesia. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan dari tenaga pendidik yang ada di Indonesia, sehingga secara tidak langsung juga meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Oleh karenanya, beasiswa ini sendiri disediakan untuk Dosen yang berstatus tetap dan bekerja di Perguruan Tinggi yang terakreditasi oleh Kementerian Ristekdikti. Baik itu mereka yang bekerja di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) maupun Negeri (PTN). Setelah menyelesaikan masa studi mereka, maka akan dibutuhkan untuk pulang kembali ke Indonesia untuk mengajar dan berbagi pengetahuan mereka dalam ruang lingkup Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).

Pendanaan yang akan dipergunakan oleh beasiswa ini berasal dari APBN, dan disediakan serta disalurkan oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti dalam Kementrian Ristekdikti.

Pelajari detail beasiswa lebih lanjut

Program BPPLN untuk studi di universitas luar negeri:

Bagi Anda yang mengincar kesempatan kuliah ke luar negeri gratis, Anda bisa mengincar Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN).

Ini merupakan beasiswa pascasarjana untuk mencetak lulusan Doktor (S3) yang berkualitas. Utamanya, Anda harus bekerja sebagai Dosen tetap dan merupakan akademisi Perguruan Tinggi Tanah Air di bawah binaan Ristekdikti.

Dengan menerima beasiswa ini, Anda akan memiliki kesempatan untuk melakukan studi dan riset di salah satu universitas top luar negeri.

Untuk mendapatkan beasiswa ini, Anda bisa mengajukan aplikasi secara online di laman http://beasiswa.ristekdikti.go.id/bppln.

Selain dengan cara melamar langsung, para kandidat juga dapat ditawarkan langsung oleh pihak universitas tempat mereka bekerja sebagai dosen tetap.

Rentang waktu studi

Untuk jenjang pendidikan doktor atau S3, beasiswa ini berdurasi 36 bulan. Ini adalah waktu yang sangat cukup untuk menyelenggarakan penelitian Anda. Bahkan jika Anda harus melakukan penelitian dan penghimpunan data di Indonesia.

Komponen yang ditanggung

Menurut informasi dari beasiswa.ristekdikti.go.id, untuk Beasiswa Dikti Luar Negeri yang dibuka pendaftarannya sejak 22 Maret – 3 Mei 2019 meliputi biaya-biaya sebagai berikut:

  • Uang kuliah
  • Biaya hidup
  • Tunjangan
  • Tiket pesawat
  • Biaya visa
  • Asuransi kesehatan sesuai standar perguruan tinggi tujuan
  • Biaya buku
  • Biaya untuk keluarga jika memiliki istri/suami yang sah beserta satu anak
  • Biaya lainnya

Besarnya biaya yang ditanggung ini kurang lebih merupakan bentuk keseriusan dari pemerintah negara kita untuk meningkatkan dan mendukung pendidikan dari tenaga dosen yang berpotensi tinggi. Agar mereka tidak perlu kesulitan menanggung biaya kuliah maupun biaya hidup di luar negeri yang cukup mahal. Dengan demikian, mereka benar-benar bisa berkonsentrasi dalam menyelesaikan studi dan penelitian mereka.

Persyaratan

Calon penerima beasiswa Dikti harus merupakan dosen yang berstatus tetap dan bekerja di PTN atau PTS terakreditasi serta telah mendapat izin dari pemimpin perguruan tinggi bersangkutan. Terdapat batasan umur bagi calon penerima beasiswa Doktoral, yaitu 47 tahun ketika mendaftar. Calon penerima besasiswa dituntut untuk memiliki sertifikat bukti kemampuan Bahasa Inggris IELTS dengan nilai minimal 5,5 disamping juga telah memiliki proposal terkait topik riset yang akan dikerjakan.

Persyaratan terakhir bagi calon penerima beasiswa adalah melampirkan Letter of Acceptance(LoA) atau Letter of Offer (LoO) tak bersyarat dari perguruan tinggi yang menjadi tujuan studi.

Ini artinya, Anda sudah diterima tanpa perlu melengkapi syarat apapun lagi karena Anda sudah dinyatakan memenuhi syarat masuk universitas.




BACA JUGA :

LoA, Langkah Awal Mempersiapkan Beasiswa LPDP

 

Dapatkan Letter of Acceptance dengan lebih praktis bersama IDP

Sebagai salah satu program beasiswa pemerintah dengan manfaat yang besar, tak heran banyak pelajar Indonesia yang antusias untuk memperebutkan beasiswa LPDP. LPDP sendiri merupakan singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, yang pengelolaannya diawasi oleh 3 kementerian yaitu: Kemenkeu, Kemendikbud, dan Kemenag. Beasiswa yang ditawarkan oleh LPDP mencakup seluruh biaya untuk program pascasarjana Magister (S2) maupun Doktoral (S3). Bagi para siswa atau mahasiswa S1 atau S2 yang berminat tentunya perlu mempersiapkan diri dan mengasah kemampuan akademiknya karena harus bersaing dengan ribuan pelamar.

Salah satu persyaratan opsional untuk mendapatkan beasiswa LPDP yaitu LoA (Letter of Acceptance), yang tak lain adalah surat pernyataan dari universitas bahwa sang pendaftar beasiswa ini sudah diterima di universitas tersebut. Walaupun opsional, dengan adanya LoA maka Anda bisa meyakinkan para pewawancara dari LPDP bahwa Anda sudah memenuhi semua persyaratan dan lolos seleksi masuk universitas di negara tujuan belajar Anda nanti. Otomatis, posisi Anda pun bisa lebih terjamin dibandingkan jika memasuki tahap wawancara tanpa LoA di tangan Anda.

Letter of Acceptance sendiri terdiri dari dua macam.

beasiswa1.jpg

Unconditional Letter of Acceptance

LoA unconditional merupakan surat yang diberikan oleh perguruan tinggi yang isinya menyatakan bahwa Anda telah diterima sebagai calon mahasiswa perguruan tinggi tersebut tanpa ada syarat lain. Hal ini berarti Anda tidak perlu memenuhi persyaratan apa pun lagi dan hanya perlu membayar biaya kuliah saja serta mengikuti orientasi mahasiswa baru di universitas tersebut.

Dalam LoA sendiri tercantum beberapa informasi seperti:

  1. Jurusan kuliah
  2. Periode studi
  3. Waktu mulai perkuliahan 
  4. Ketereangan lanjutan seperti informasi pendaftaran ulang dan informasi pembayaran. 
beasiswa2.jpg

Conditional Letter of Acceptance

Berbeda dengan Unconditional Letter of Acceptance, Conditional Letter of Acceptance merupakan surat dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa Anda sudah diterima di perguruan tinggi tetapi ada persyaratan lain yang harus dipenuhi.  
Beberapa persyaratan yang biasaya harus dilengkapi saat menerima conditional Letter of Acceptance ini diantaranya adalah: 

  • Persyaratan Bahasa Asing  sesuai dengan bahasa pengantar di universitas tersebut.
  • Persyaratan akademik misalnya IPK minimal atau lulus matrikulasi dengan nilai tertentu
  • Kelengkapan dokumen seperti surat peryataan, transkrip nilai dan lain-lain.

Jika beberapa persyaratan tersebut telah kamu penuhi barulah nanti Anda akan menerima LoA Unconditional. 

Cara untuk Mendapatkan LoA

Untuk mendapatkan LoA tentunya Anda harus mencari tahu dulu persyaratan apa saja yang diperlukan untuk dikirim ke universitas. Untuk memulainya, Anda bisa browsing terlebih dahulu universitas mana tentunya yang menjadi incaran Anda. Kemudian, Anda bisa menuju ke halaman website resmi dari universitas untuk melihat persyaratan dokumen apa saja yang diperlukan untuk mendaftarkan diri. Setelah memastikan semua dokumen lengkap Anda bisa mengirimkan dokumen-dokumen tersebut via online dan mengisi formulir yang diberikan. Jika di nyatakan lulus Anda bisa mendapatkan LoA via email atau mendapatkan surat fisik yang dikirimkan ke alamat Anda. Maka dari itu pastikan untuk mengisi alamat Anda dengan lengkap dan benar yah! 

IDP siap memandu Anda saat memproses persyaratan ke universitas-universitas terkemuka dunia yang menjadi mitra kami. Melalui IDP anda akan mendapatkan pengumuman dari beberapa universitas terkemuka di luar negeri. Anda bisa memperoleh informasi mengenai beasiswa dan keringanan biaya pendaftaran di lebih dari 200 kampus terbaik di Australia, UK, US, Canada, dan New Zealand. Konselor IDP Education yang terdekat di kota Anda akan membantu Anda dan keluarga memahami semua pilihan yang tersedia dan memberikan panduan dalam setiap tahapan. Dimulai dari aplikasi Visa, aplikasi course, pembayaran biaya studi, sampai sesi pembekalan sebelum keberangkatan. Tunggu apa lagi? Kontak IDP sekarang dengan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi Gratis Dengan IDP




BACA JUGA :

Layanan bagi Penerima Beasiswa LPDP

 

Dapatkan LoA Anda dengan bimbingan IDP

Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah program beasiswa pascasarjana Magister (S2) maupun Doktoral (S3) yang diprakarsai oleh Kementrian Keuangan, bersama dengan Kemendikbud dan Kemenag.

Nilai beasiswa pemerintah yang satu ini sangat menggiurkan. Betapa tidak, mulai dari biaya kuliah, biaya hidup, uang saku, semuanya ditanggung oleh pemerintah. Inilah mengapa ribuan orang ingin mendaftar beasiswa ini. Sehingga menjadikannya sangat kompetitif dan bergengsi.

Persyaratan LoA

Salah satu persyaratan tambahan untuk mendaftar beasiswa LPDP yaitu adanya Letter of Acceptance atau LoA yang bersifat unconditional. Ini merupakan surat bukti bahwa seorang calon mahasiswa sudah diterima tanpa syarat di salah satu Universitas Luar Negeri.

Diterima tanpa syarat di sini berarti Anda sudah memenuhi semua ketentuan untuk masuk di program studi tujuan Anda. Diantaranya seperti sudah mencukupi skor tes IELTS dan sudah layak secara akademis untuk melanjutkan studi ke luar negeri.


Baca juga: LoA, Langkah Awal Mempersiapkan Beasiswa LPDP


Pelajari detail beasiswa lebih lanjut

Layanan IDP Indonesia untuk calon penerima beasiswa LPDP

Apakah Anda berhasil lolos seleksi beasiswa LPDP? Selamat! Ini artinya Anda tinggal selangkah lagi untuk menerima beasiswa LPDP yang sangat bergengsi.

Untuk maju ke langkah berikutnya, Hal ini tak lain harus ditunjukkan dengan bukti surat unconditional Letter of Acceptance (LoA) bahwa Anda memenuhi semua syarat dan diterima oleh Perguruan Tinggi tujuan Anda.

IDP Education Indonesia selaku konsultan pendidikan tidak bisa membantu Anda memproses aplikasi beasiswa LPDP maupun beasiswa lainnya yang menanggung penuh pendanaan studi Anda. Kesempatan-kesempatan beasiswa LPDP ini bisa Anda dalami lebih lanjut secara mandiri di halaman https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/

Namun, jika Anda tertarik mendaftar Beasiswa LPDP untuk studi di luar negeri, Anda bisa mendapatkan bimbingan untuk mendapatkan Letter of Acceptance atau Letter of Acceptance bersama IDP Indonesia.

Kami di IDP dapat membantu Anda untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi luar negeri, khususnya di Australia, Inggris, Kanada, Selandia Baru, dan Irlandia. Jika diterima, maka LoA pun sudah di tangan Anda.

Baca Juga ; Info Program Beasiswa LPDP Yang Harus Kamu Ketahui

Mendaftar beasiswa LPDP tanpa LoA

Anda diperbolehkan mendaftar LPDP tanpa memiliki LoA di tangan. Hal ini memang bukan suatu persyaratan wajib. Namun nantinya jika Anda telah sukses melewati seleksi substansi LPDP, Anda akan diwajibkan mendapatkan LoA dalam kurun waktu maksimal 1 tahun.

Jika Anda butuh LoA dari universitas di Australia, Inggris, Irlandia, Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru sebagai syarat beasiswa, konselor IDP Education dapat memandu Anda untuk mendapatkan LoA tersebut.

Hubungi kantor IDP Education untuk informasi lebih lengkap dengan mengisi form yang ada di halaman ini!

Konseling Gratis dengan IDP Indonesia




BACA JUGA :

Beasiswa ke Luar Negeri Melalui Kemenag Wujudkan Mimpi Kuliah di Luar Negeri

 

Mungkin bagi Anda peminat kuliah di luar negeri, pasti sudah tak asing lagi dengan beberapa pilihan beasiswa luar negeri seperti beasiswa melalui Kemenag, beasiswa lembaga pemerintah LPDP, ataupun beasiswa dari lembaga pemerintah lainnya. Beasiswa ke luar negeri dari lembaga pemerintah tersebut memang menjadi favorit bagi para pencari beasiswa ke luar negeri, karena bersedia menanggung penuh keseluruhan biaya kuliah bahkan biaya hidup ketika sedang menjalani pendidikan.

Tak heran jika beberapa lembaga pemerintah gencar membuka program beasiswa pendidikan lanjutan baik di dalam maupun ke luar negeri, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan daya saing untuk membangun dan mengabdi pada negeri.

Oleh karena itu, umumnya beasiswa ke luar negeri yang berasal dari lembaga pemerintah ini mewajibkan para penerima beasiswa untuk segera kembali ke tanah air setelah mereka menjalani pendidikan di luar negeri. Hal tersebut juga berlaku untuk program beasiswa dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Melalui program Seleksi Beasiswa Prestasi Sarjana (S1), Kemenag menjaring anak bangsa berprestasi dari seluruh Indonesia untuk diberikan pendidikan lanjutan dengan jenjang Sarjana S1 di luar negeri. Dengan harapan nantinya para penerima beasiswa ini memiliki kualitas dan siap untuk membangun Indonesia lewat ilmu yang telah mereka dapatkan selama berkuliah di luar negeri.

Program beasiswa ini diperuntukkan bagi para lulusan pendidikan Madrasah Aliyah (setingkat SMA), yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi (S1) untuk mendapatkan gelar Sarjana namun terkendala oleh biaya. Para penerima beasiswa Kemenag ini akan dibiayai sepenuhnya mulai dari biaya kuliah, biaya transportasi pesawat, visa dan asuransi kesehatan, serta akan ditempatkan pada sejumlah universitas terkemuka dan terakreditasi di luar negeri, termasuk di Amerika dan Eropa.

Menurut data dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam situs pendis.kemenag.go.id, pendaftar beasiswa tahun 2017 yang disetujui berjumlah 48 dari total 119 pendaftar. Hal ini berarti ada sekitar 40% pendaftar yang diterima, jika hal yang sama juga berlaku bagi program beasiswa tahun 2019 dan 2020, maka bisa dibilang angka persentase kelolosan seleksi ini termasuk cukup besar. Ini artinya bagi para lulusan Madrasah Aliyah Negeri atau Madrasah Aliyah Swasta, kesempatan memperoleh beasiswa ini sangatlah terbuka.

Pelajari detail beasiswa lebih lanjut

 

Persyaratan Beasiswa luar negeri Melalui Kemenag

Saat ini pendaftaran Beasiswa Prestasi Sarjana Kemenag untuk tahun 2019 dan 2020 belum tersedia, namun ada baiknya Anda yang berminat terhadap beasiswa ini tetap mengikuti informasi terbaru serta mempersiapkan segala persyaratannya agar bisa lolos beasiswa ke luar negeri, seperti dalam daftar berikut ini.

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Pendaftar menandatangani surat yang menyatakan bahwa :
  • Peserta bersedia kembali ke tanah air setelah masa pendidikan selesai.
  • Peserta tidak sedang menerima program beasiswa dari sumber lain.
  • Peserta tidak terlibat pelanggaran hukum, dan tidak mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
  • Peserta tidak terlibat dalam pelanggaran kode etik akademik.
  • Setia kepada NKRI.
  • Peserta menyatakan sanggup untuk mengabdi bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia.
  • Peserta menyampaikan data dan dokumen yang sebenar-benarnya. Apabila terbukti tidak sesuai, peserta bersedia menerima sanksi hukum dan namanya dimasukkan dalam daftar hitam.
  • Melampirkan surat keterangan dari Rumah-Sakit pemerintah bahwa peserta berbadan sehat dan bebas narkoba. Untuk tujuan pendidikan luar negeri, diharuskan pula menyertakan keterangan bebas TBC.

Itulah beberapa persyaratan yang harus Anda ikuti jika ingin mengikuti beasiswa luar negeri dari Kemenag ini. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi laman Kemenag RI.

Tak hanya program Seleksi Beasiswa Prestasi Sarjana (S1), pada bulan Mei lalu Kemenag juga meluncurkan program 5000 Doktor. Perlu diketahui, program 5000 beasiswa Doktor dalam negeri ini terdiri dari beasiswa program Doktor (full scholarship) dan bantuan penyelesaian pendidikan (BPP). Untuk beasiswa program Doktor (full scholarship) merupakan beasiswa Kemenag yang ditujukan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang bekerja pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) atau pegawai Kemenag yang ingin menempuh studi jenjang Doktor (S3) pada perguruan tinggi berkualitas di dalam negeri.

Untuk mendapatkan beasiswa ini, nantinya para peserta akan menjalani dua tahapan seleksi untuk mendapatkan beasiswa ini. Tahap pertama, merupakan proses seleksi administrasi. Dokumen yang peserta berikan akan ditinjau kelengkapannya dan keasliannya. Setelah peserta dirasa telah memenuhi persyaratan administrasi, peserta bisa memasuki seleksi tahap II. Pada tahap II, para peserta akan menjalani tes seperti, wawancara, esai, TPA, tes Bahasa dan psikotes.

Setelah dinyatakan lulus pada proses seleksi tahap II para peserta akan mengikuti program Persiapan Bahasa Asing dan Languange and Academic Preparation (LAP) Program. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sesuai dengan kampus yang dituju, mendapatkan Letter of Acceptance, mencari supervisor, dan memiliki kemampuan akademik dan non akademik yang diperlukan untuk melakukan studi di luar negeri seperti halnya, pembuatan artikel ilmiah, penulisan proposal, metodologi riset, critical review, academic network and communication dan cross culture skill. Setelah semua program selesai dijalani, para penerima beasiswa akan mendapatkan LoA unconditional, mendapatkan supervisor dan siap untuk berangkat studi ke luar negeri.

Para penerima program 5000 Doktor ini bisa menikmati kuliah gratis hingga biaya hidup selama menjalani pendidikan. Untuk program 5000 Doktor ini, Kemenag telah menjalin kerja sama dengan 36 perguruan tinggi penyelenggara (PTP), yang terdiri dari 17 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan 19 perguruan tinggi umum (PTU).

Dengan diluncurkan program 5000 Doktor, Kemenag berharap dapat terciptanya para profesional yang semakin handal dalam mengaplikasikan ilmu yang berkaitan dengan keagamaan Islam, serta dapat mengabdi demi kemajuan peradaban negeri.

Konseling Gratis dengan IDP Indonesia




BACA JUGA :

Kamis, 25 Mei 2023

Kuliah di Australia dengan Beasiswa LPDP

 

Kuliah gratis ke Australia bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, karena pemerintah menawarkan program Beasiswa LPDP yang akan membiayai kuliah, akomodasi, dan kehidupan penerima beasiswa ini di Australia.

Seleksi Beasiswa LPDP tahap kedua tahun 2022 ini akan segera tutup pada tanggal 10 September 2019. Jadi untuk Anda yang memerlukan pembiayaan untuk kuliah ke luar negeri, Anda bisa mendaftar program beasiswa tujuan Luar Negeri! Jangan terlambat, karena masih ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa di tahap kedua ini! Untuk kuliah di Australia dengan LPDP, Anda akan memerlukan program Beasiswa LPDP Reguler.

Berikut ini kita akan membahas beberapa pertanyaan umum yang diajukan mengenai program LPDP. Yuk lihat infonya berikut ini:

  • Apakah saya boleh mendaftar?

Jika Anda merupakan WNI yang sudah lulus kuliah D4, S1 atau S2 dan memenuhi syarat, maka Anda boleh langsung mendaftar.

  • Apa saja syaratnya?

Beasiswa Reguler seperti program pendanaan studi lainnya menetapkan serangkaian persyaratan. Syarat umumnya antara lain sudah lulus kuliah, tidak sedang kuliah, dan meraih gelar minimal D4 di Perguruan Tinggi yang terakreditasi BAN-PT; melampirkan beberapa dokumen yang disyaratkan, memilih program studi dan Perguruan Tinggi Tujuan di Australia yang sesuai ketentuan LPDP, IPK minimal 3.0, berusia maksimal 35 tahun untuk jenjang S2, dan maksimal 40 tahun untuk jenjang S3.

  • Apa saja dokumen persyaratan LPDP yang harus saya siapkan untuk tujuan kuliah di Australia?

Anda harus melampirkan dokumen berikut ini

  1. Izin dari tempat kerja (jika sedang bekerja)
  2. 3 Surat keterangan sehat: sehat jasmani, bebas dari narkoba, dan bebas dari TBC
  3. Surat rekomendasi pimpinan atau tokoh
  4. Sertifikat bukti kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS dengan skor minimal 6.0
  5. Rencana studi (khusus program S2), yang berdasarkan silabus/kurikulum program studi tujuan
  6. Proposal studi
  7. Proposal penelitian untuk kuliah S3 (khusus program S3)

Untuk syarat beasiswa LPDP selengkapnya, Kemenkeu menyajikan informasi di situs berikut ini.

  • Apa Saja Program Kuliah di Australia yang bisa ditanggung LPDP?

Untuk tahun 2019 ini dibuka untuk universitas dan program studi berikut: Griffith University Australia jurusan Pariwisata & Perhotelan (Hospitality and Leisure Management); Macquarie University jurusan Cyber Security; Monash University Australia jurusan Pharmacy and Pharmacology; The Australian National University Australia (ANU) jurusan Development Studies, Geografi, serta Social Policy and Administration; The University of Melbourne Australia jurusan Accounting and Finance, Pendidikan, dan Hukum; The University of New South Wales

(UNSW Australia) jurusan Accounting and Finance; The University of Sydney jurusan Keperawatan alias Nursing. Sedangkan untuk Teknik Pertambangan dan Mineral (Engineering – Mineral and Mining) tahun ini nampaknya menjadi salah satu fokus pemerintah, karena banyak ditargetkan pada beberapa universitas terbaik Australia yaitu Curtin University, UNSW, The University of Queensland (UQ), The University of Western Australia

(UWA).

  • Saya sudah pernah mendaftar LPDP, namun tidak lolos seleksi. Bolehkah saya mendaftar lagi?

Jika Anda sudah mendaftar LPDP di gelombang pertama namun ternyata tidak lulus di Tahap Administrasi atau Seleksi Berbasis Komputer, Anda bisa mencoba lagi di tahap kedua ini untuk program yang sama atau berbeda.

Namun harap dicatat, jika Anda sudah sampai ke tahap Wawancara dan ternyata dinyatakan belum lulus, Anda tidak diperbolehkan mendaftar lagi pada Seleksi Tahap 2 ditahun yang sama pada semua Program.

  • Bagaimana proses seleksinya?

Jika Anda sudah mendaftar LPDP dan Anda terpilih, maka Anda akan dinyatakan lolos seleksi Administrasi. Setelahnya, Anda yang memilih program Magister akan melanjutkan ke tahap Seleksi Berbasis Komputer di mana Anda akan mengerjakan tes dan menulis esai dengan topik tertentu. Jika Anda lolos, maka Anda bisa lanjut ke tahap ketiga yakni Wawancara. Untuk program Doktoral, Anda tidak perlu mengerjakan Seleksi Berbasis Komputer.

  • Apakah saya harus memiliki LoA?

Pendaftar LPDP seringkali menguatkan pengajuan beasiswa mereka dengan surat bukti bahwa Anda sudah diterima di universitas tujuan Anda di Australia. Dikenal dengan istilah LoA atau Letter of Acceptance. Hal ini tidak wajib untuk program S2, namun wajib untuk S3. Walaupun demikian, LoA akan membuktikan bahwa Anda sudah memenuhi kualifikasi yang diminta oleh pihak universitas tujuan.

Layanan bagi Penerima Beasiswa LPDP

Untuk mendaftar beasiswa yang dananya dikelola Kemenkeu ini, dua hal yang penting untuk didahulukan adalah Letter of Acceptance atau LoA dan hasil skor tes IELTS minimal 6.0 untuk persyaratan beasiswa maupun persyaratan masuk kuliah di Luar Negeri.

Untuk mendukung Anda, IDP hadir untuk membantu mengurus LoA Anda di Universitas Australia. Selain itu Anda juga bisa mengikuti Workshop IDP IELTS untuk membantu meningkatkan skor IELTS Anda.

 




BACA JUGA :

 

 

Kiat-kiat Meraih Beasiswa LPDP Berikut ini Jarang Diketahui Orang

 

Bagi Anda yang sedang mengincar beasiswa LPDP, tentunya sudah paham ketatnya prasyarat yang diwajibkan. Anda harus melengkapi dokumen-dokumen seperti ijazah sekolah, ijazah S1, CV, dan semua berkas sertifikat termasuk sertifikat TOEFL, TOEIC, IELTS sebagai bukti resmi penguasaan bahasa asing. Namun selain mempersiapkan dokumen-dokumen tersebut, ada juga beberapa hal yang bisa mendukung proses aplikasi Anda saat mendaftar beasiswa LPDP. Sayangnya hal ini sering terlewatkan oleh para pemburu beasiswa, atau baru diurus di bulan-bulan terakhir menjelang tutupnya pendaftaran. Penasaran? Kiat-kiat berikut ini boleh Anda catat:

1. Memiliki Karakter Tertentu

Salah satu tahap saat seleksi beasiswa LPDP afirmasi, LPDP reguler, dan lainnya adalah tahap wawancara atau interview. Di tahap ini, para pewawancara akan menyaring mana kandidat yang paling memiliki karakter kepemimpinan, kemandirian, kepercayaan diri, nasionalisme, patriotisme profesionalisme, integritas, dan kegigihan. Sehingga bisa dipastikan, mereka yang berhasil mendapat beasiswa LPDP tak hanya memenuhi syarat secara administrasi tetapi juga memiliki karakter yang baik.

2. Aktif dalam Berbagai Kegiatan

Seorang pelajar yang ingin mendapatkan beasiswa tentunya harus memiliki keunggulan dibanding pelajar lainnya. Salah satu kiatnya adalah dengan terlibat aktif dalam kegiatan sejak sedini mungkin. Mengikuti ekstrakurikuler saat di SMA, menjadi anggota OSIS dan kegiatan organisasi lainnya selama kuliah, sudah menjadi hal standar bagi pelamar beasiswa LPDP. Namun jika Anda belum sempat melakukannya selama sekolah dulu, jangan berkecil hati. Anda masih bisa menjadi volunteer dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, menciptakan inovasi dan melakukan riset, maupun tampil dalam ajang kreasi atau budaya. Hal-hal ini akan menambah nilai Anda.

3. Melampirkan Surat Keterangan Berbadan Sehat

Untuk beasiswa LPDP dengan tujuan luar negeri, peserta wajib melampirkan surat keterangan berbadan sehat (SKBS), surat keterangan bebas dari narkoba (SKBN), serta keterangan bebas TBC. Syarat-syarat ini sering dikesampingkan karena terkesan mudah, namun terkadang malah menjadi penghalang tersendiri ketika ternyata hasil pemeriksaan kesehatan ini ternyata kurang baik. Misalnya jika Anda positif terkena TBC, Anda harus berobat dulu selama 6 bulan. Hal ini tentu akan membuat Anda harus menunda untuk mendaftar beasiswa sampai Anda dinyatakan bebas dari TBC. Jika surat-surat ini sudah Anda dapatkan, pastikan juga masa berlakunya masih dalam batas 6-7 bulan ke depan sejak masa pendaftaran LPDP ditutup. Sebagai informasi, jadwal pendaftaran LPDP 2018 dibuka sejak 2 Juli 2018 dan ditutup pada 21 September 2018.

4. Mempersiapkan 2 Esai

Salah satu penilaian peserta LPDP adalah dari tulisan 2 buah esai, dengan tema “Sukses Terbesar dalam Hidupku” dan “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitasku” masing-masing 500 sampai 700 kata. Esai ini akan menentukan apakah Anda cocok atau tidak untuk menerima beasiswa LPDP ini. Tipsnya, tulislah dengan realistis dan cantumkan kompetensi pribadi Anda dengan struktur bahasa yang efektif.

5. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari Kampus Tujuan Anda

LoA, alias surat penerimaan dari institusi adalah salah satu persyaratan opsional untuk mendapatkan beasiswa LPDP. Walaupun opsional, dengan memiliki LoA baik yang sifatnya conditional maupun unconditional, maka Anda bisa tampil lebih meyakinkan, karena Anda sudah memenuhi semua persyaratan dan lolos seleksi masuk universitas di negara tujuan belajar Anda nanti.

Selain kelima hal di atas, ada beberapa hal lain yang harus Anda lengkapi sebelum penutupan pendaftaran LPDP nanti. Antara lain menyusun rencana studi berdasarkan kurikulum / silabus program studi yang diambil, dan surat pernyataan pribadi yang berisi poin-poin tertentu. Mempersiapkan hal-hal tersebut mungkin bisa menjadi tantangan yang cukup besar bagi Anda. Namun, Anda tak perlu merasa sendirian. Dapatkan bimbingan pada setiap tahap persiapan Anda dengan IDP Education. Mulai dari mempersiapkan tes IELTS sampai memproses LoA, dari membuat visa sampai mencari akomodasi di kota tujuan, kami siap membantu Anda. Ayo jadwalkan konsultasi dengan salah satu konselor IDP Education di kota Anda dengan mengisi form enquiry di halaman ini!

Baca Juga artikel mengenai Info Program Beasiswa LPDP Yang Harus Kamu Ketahui




BACA JUGA :

 

Beberapa Jurusan dan Universitas Top Dunia Pilihan Pelajar Peraih LPDP

 Cita-cita kuliah gratis di universitas top dunia bisa dipenuhi oleh beasiswa LPDP. Kali ini IDP akan membahas kesempatan menekuni program studi, jurusan, dan universitas yang menjadi pilihan pelajar peraih LPDP. Australia, Inggris Raya, Kanada, dan Amerika Serikat adalah negara-negara destinasi tujuan kuliah S1 dan S2 yang sangat menjanjikan dan bisa ditanggung dengan dana beasiswa yang dikelola Kemenkeu ini. Yuk cek infonya di sini!

 

Australia

Untuk tahun 2019 ini, ada 11 universitas Australia yang terdaftar secara resmi sebagai tujuan studi beasiswa LPDP.

Bagi Anda yang ingin mempelajari jurusan Cyber Security yang menjanjikan peluang kerja dengan gaji tertinggi di Australia saat ini, Anda bisa mencoba Macquarie University.

Ada pula jurusan yang menyangkut studi ilmu sosial seperti sosiologi dan humaniora di Indonesia. Contohnya seperti jurusan Development Studies atau Social Policy and Administration, yang bisa Anda tempuh di The Australian National University Australia (ANU).

Jurusan yang lebih mengangkat ilmu alam dan eksakta juga ditawarkan. Seperti Geografi di The Australian National University Australia (ANU), Pharmacy and Pharmacology di Monash University Australia, maupun jurusan Teknik Pertambangan dan Mineral yang dikenal di Australia dengan nama Engineering - Mineral and Mining. Khusus untuk bidang studi teknik Mineral and Mining tahun ini nampaknya menjadi salah satu fokus pemerintah, karena banyak ditargetkan pada beberapa universitas terbaik Australia. Diantaranya yakni Curtin University, UNSW, The University of Queensland (UQ), The University of Western Australia (UWA).

Tersedia juga jurusan yang sangat diminati mahasiswa Indonesia yang ingin meniti karier di perusahaan atau lembaga terkemuka, yaitu jurusan Akuntansi dan Keuangan. Jurusan Accounting and Finance ini dapat Anda tempuh di dua universitas anggota Group of Eight Australia yaitu The University of Melbourne (Unimelb) dan The University of New South Wales (UNSW Australia). Selain itu, untuk yang ingin mengembangkan bisnis Pariwisata & Perhotelan, Anda juga bisa mengambil jurusan (Hospitality and Leisure Management) di Griffith University Australia.

Selain itu, untuk Anda yang ingin mengasah keahlian dan menambah kualifikasi professional, tersedia jurusan Pendidikan dan jurusan Hukum di The University of Melbourne Australia; serta pendidikan Keperawatan atau Nursing di The University of Sydney.

Inggris Raya

Anda bisa melanjutkan kuliah gratis di Inggris Raya dengan ditanggung oleh beasiswa LPDP. Salah satu pilihan favorit yaitu untuk Anda yang ingin mendalami jurusan Geografi, pilihlah Durham University yang merupakan top 100 universitas terbaik dunia menurut QS World University Ranking 2019, tepatnya di peringkat 96. Untuk Anda yang menyukai bidang Farmasi dan Farmakologi, Anda bisa ditanggung penuh dengan kuliah di The University of Nottingham Inggris. Selain itu, ada jurusan-jurusan lainnya yang sangat bagus di Inggris dan ditanggung LPDP, seperti ilmu Pertanian dan Kehutanan (Agriculture and Forestry) di University of Reading, Keperawatan (Nursing) di University of Southampton, Pariwisata dan Perhotelan (Hospitality and Leisure Management) di University of Surrey, serta Development Studies di University of Sussex.

Kanada

Sejalan dengan fokus pemerintah Indonesia yang ingin memperbaiki kualitas sektor pertambangan, LPDP pun menawarkan beasiswa kuliah di Queen's University Kanada untuk jurusan Engineering - Mineral and Mining

Amerika Serikat

Virginia Tech, atau juga lebih lengkap disebut sebagai Virginia Polytechnic Institute and State

University di Amerika Serikat merupakan universitas terbaik ke-388 dunia menurut Ranking QS tahun 2019. Virginia Tech menonjol dalam program studi Manajemen Perhotelan, dibuktikan dengan prestasinya yang berhasil menjuarai ranking 10 terbaik di dunia. Tak heran, di tahun 2019 ini Virginia Tech menjadi salah satu universitas tujuan peraih Beasiswa LPDP, dalam bidang studi Perhotelan dan Pariwisata (Hospitality and Leisure Management).

Universitas-universitas yang telah disebutkan sebelumnya adalah partner resmi dari IDP Indonesia. Jika Anda tertarik untuk mendaftar ke salah satu universitas tersebut, IDP dapat membantu membimbing Anda dalam mendaftar dan mencari LoA.

Isi formulir di halaman ini dan kami akan menghubungi Anda.

Konseling Gratis dengan IDP Indonesia




BACA JUGA :

Jenis Biaya yang Ditanggung Beasiswa LPDP saat Kuliah di Luar Negeri

 

Ingin kuliah di luar negeri tanpa harus terbeban biaya kuliahnya? When there’s a will, there’s a way! Selain dengan biaya sendiri, sudah ada jutaan orang berhasil lanjut kuliah ke negara-negara maju dengan dibantu beasiswa. Contohnya dengan beasiswa LPDP, yang merupakan program rancangan pemerintah yang sangat diminati masyarakat Indonesia.

Beasiswa LPDP Luar Negeri

Program beasiswa ini mencakup kuliah di dalam maupun luar negeri. Karena itu, untuk mendapat LPDP persaingannya amatlah kompetitif. Tahapan proses seleksinya sangat ketat untuk menyaring yang terpilih diantara ribuan pelamar. Mengapa peminatnya sangat banyak? Salah satu alasannya adalah program yang dikelola Kemenkeu bersama Kemenristekdikti dan Kemenag ini menawarkan tanggungan biaya pendidikan secara full ke luar negeri. Ini ditujukan agar para awardee atau peraih beasiswa ini dapat fokus menimba ilmu dan lulus pada waktunya, tanpa harus terbebani dengan biaya untuk memenuhi kebutuhannya selama belajar.

Sampai hari ini, mungkin Anda sudah pernah mendengar bahwa beasiswa LPDP menanggung seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup. Namun apakah benar dananya meliputi seluruh keperluan kita saat berangkat ke luar negeri, tinggal di sana, dan kembali ke tanah air? Apakah ini termasuk dengan biaya tiket pesawat?

Agar tidak bingung, yuk cek info komponen atau jenis biaya apa saja yang ditanggung LPDP berikut ini!

Dana Pendidikan yang Ditanggung LPDP

  • Dana Pendaftaran
  • Dana SPP
  • Dana Tunjangan Buku
  • Dana Bantuan Penelitian Tesis/Disertasi
  • Dana Bantuan Seminar Internasional
  • Dana Bantuan Publikasi Jurnal Internasional

Dari poin-poin tersebut, maka sudah jelas seluruh hal yang terkait dengan pendidikan akan ditanggung sepenuhnya oleh beasiswa LPDP. Mulai dari dana SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan, atau lazim disebut juga uang kuliah), uang untuk membeli buku, melakukan penelitian, hingga saat kita perlu ikut seminar internasional ke negara lain.

Komponen Pendukung yang Ditanggung LPDP

  • Dana Transportasi
  • Dana Aplikasi Visa / Residence Permit
  • Dana Asuransi Kesehatan
  • Dana Hidup Bulanan
  • Dana Kedatangan
  • Dana Tunjangan Keluarga (Khusus Doktoral)
  • Dana Keadaan Darurat

Menarik mengetahui ada berbagai jenis komponen dana yang tercakup untuk mendukung mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Selain uang saku bulanan, asuransi kesehatan, di sini dana transportasi juga termasuk dalam komponen biaya yang ditanggung LPDP. Besar kemungkinan, tiket pesawat Anda untuk kuliah ke luar negeri pun akan dibayarkan dengan dana yang dikelola pemerintah ini. Mantap, kan?

Baca juga: Kiat-kiat Meraih Beasiswa & Cari Beasiswa

Jika Anda tertarik mendaftar Beasiswa LPDP untuk studi di luar negeri, Anda bisa mendapatkan bimbingan untuk mendapatkan LoA atau Letter of Acceptance bagi universitas dan institusi pendidikan yang bekerjasama dengan IDP Indonesia. Selamat berburu beasiswa!




BACA JUGA :

Program Beasiswa Dikti untuk S1 dan S2 Internasional

 

Dapatkan bantuan LoA dari IDP

Anda yang saat ini berprofesi sebagai Dosen tetap di perguruan tinggi Indonesia, memiliki peluang bergengsi untuk mendapatkan beasiswa S3. Bahkan untuk Anda yang baru bergelar S1 bisa mempersiapan diri untuk melejit meraih gelar S2 sekaligus S3 tanpa perlu memikirkan biayanya. Caranya bagaimana?

Bentuk Beasiswa, Beasiswa Dikti terbagi atas, Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN), dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN). Selain itu, ada juga Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Simak info ketiga beasiswa ini berikut:

1. Program PMDSU untuk S1 dalam negeri:

Seperti yang dikutip dari laman beasiswa.dikti.go.id/pmdsu/ program yang dilaksanakan sejak tahun 2013 ini merupakan salah satu terobosan untuk mempercepat laju pendidikan doktor. Beasiswa ini diberikan kepada lulusan Sarjana yang memenuhi kualifikasi unggulan untuk menjadi seorang Doktor dengan masa pendidikan selama 4 (empat) tahun. Para pemegang gelar S1 ini akan dibimbing oleh Promotor handal di universitas-universitas negeri Indonesia. Tak beda dengan BPPLN maupun BPPDN, adanya program beasiswa bagi mahasiswa S1 ini adalah dalam rangka meningkatkan jumlah lulusan doktor sehingga memenuhi kualifikasi pendidikan dosen minimal S2.

(Baca juga: Studi ke Luar Negeri dengan Beasiswa Dikti)

2. Program beasiswa untuk studi di universitas dalam negeri:

Pendaftaran program BPPDN terbuka di tahun 2019 untuk para dosen tetap yang bertugas di perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemenristekdikti. Ini merupakan beasiswa pascasarjana untuk mencetak lulusan Doktor (S3) yang berkualitas di kalangan akademisi Perguruan Tinggi Tanah Air. Selain program BPPDN, ada juga cabang bantuan dana serupa dari pemerintah yaitu Bantuan Beasiswa 1 Semester.

3. Program beasiswa untuk studi di universitas luar negeri:

Sama dengan BPPDN, BPPLN merupakan beasiswa pascasarjana untuk mencetak lulusan Doktor (S3) yang berkualitas di kalangan akademisi Perguruan Tinggi Tanah Air. Namun penerima beasiswa ini memiliki kesempatan untuk melakukan studi dan riset mereka di salah satu universitas luar negeri yang terkemuka.

4. Beasiswa PKPI (Sandwich-Like)

Adapun kepanjangan dari Beasiswa PKPI adalah Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa S3 yang akan menyusun artikel untuk jurnal ilmiah. Publikasi internasional ini nantinya akan dimuat di jurnal internasional yang bereputasi,. Selain itu, Anda juga bisa bisa melakukan penulisan makalah atau artikel dengan mitra luar negeri. Kemudian melakukan penyempurnaan atau pun penguatan karya seni atau kriya yang penelitian lanjutannya tidak mungkin dilakukan di Indonesia. Artikel, Nantinya, penerima beasiswa akan menerima, bench fee, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya buku referensi, serta tiket pulang pergi.

5. Besiswa Bidikmisi S1

Untuk Anda yang baru saja lulus SMA/SMK dan memiliki kendala biaya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan perguruan tinggi, Anda bisa mencoba beasiswa ini. Anda bisa memilih untuk melanjutkan kuliah D3 atau S1. Durasi beasiswa berlangsung selama periode kuliah, yakni delapan semester untuk DIV /S1 dan enam semester untuk D III. Beasiswa ini ditawarkan oleh kemendikbud setiap tahun, bahkan kuotanya akan cenderung bertambah. Pembebasan biaya yang didapatkan saat Adna lolos beasiswa ini adalah pembebasan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi mandiri salah satu perguruan tinggi. Anda juga akan mendapatkan jaminan biaya hidup sementara dan transportasi dari daerah asal. Selain itu, Anda juga akan bebas dari baiay pendidikan yang dibayarkan ke perguruan tinggi serta subsidi hidup sebesar Rp 700.000 per bulan. Jika Anda berminat Anda bisa langsung mendaftar secara online, namun sebelumnya Anda harus sudah mendapatkan rekomendasi dari sekolah Anda. Setelah mendapatkan rekomendasi barulah nantinya Anda bisa mendaftarkan diri secara online.

6. Besisswa Bidikmisi S2

Hampir sama dengan yang sebelumnya, selain beasiswa untuk S1, Beasiswa Bidikmisi juga didedikasikan oleh mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jenjang S2 tetapi terkendala oleh biaya. Pelamar beassiwa Bidikmisi S2 adalah mereka yang sebelumnya telah menerima beasiswa bidikmisi S1. Nantinya, penerima beasiswa akan mendapatkan biaya kuliah penuh, seperti uang pendaftaran, tunjangan buku, penyusunan tesis, SPP dan biaya pendidikan lainnya. Tidak hanya itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan biaya pendukung seperti asuransi kesehatan, transportasi, visa, tunjangan hidup bulanan dan lainnya.

7. Beasiswa PPA BPP

Beasiswa PPA BPP merupakan kepanjangan dari beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik dan Bantuan biaya pendidikan peningkatan prestasi akademik. Beasiswa ini merupakan beasiswa yang diperuntukan bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan di jenjang S1 atau pun Diploma, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Beasiswa ini akan memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 350.000 per bulannya. Perlu diingat mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri dalam beasiswa ini haruslah merka yang aktif di kampus. Bagi Anda yang tertarik untuk mendapatkan beasiswa PPA BPP bisa mencari informasinya di kampus Anda masing-masing.

(Baca juga: Daftar Universitas Terbaik Dunia oleh THE World University Ranking)

Bagi Anda yang ingin kuliah ke luar negeri, Anda bisa mengincar jenis beasiswa BPPLN. Untuk mendapatkan beasiswa ini, Anda bisa mengajukan aplikasi secara online di laman

Persyaratan LoA untuk beasiswa Dikti S2 Luar Negeri

Salah satu persyaratan yang cukup sulit diraih oleh para pendaftar beasiswa Dikti adalah melampirkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) tak bersyarat dari perguruan tinggi yang menjadi tujuan studi.

Ini karena untuk mendapatkan LoA maupun LoO Anda harus melakukan pendaftaran ke universitas luar negeri. Langkah-langkahnya pendaftarannya sendiri cukup menguras waktu dan tenaga, sehingga banyak yang meminta bantuan Konsultan Pendidikan seperti IDP untuk memandu dan menyelesaikan proses administratif sampai mendapatkan surat penerimaan ini.

Begitu LoA atau LoO unconditional sudah di tangan Anda, artinya Anda sudah diterima tanpa perlu melengkapi syarat apapun lagi. Karena Anda sudah dinyatakan memenuhi syarat masuk universitas.

Beberapa syarat masuk universitas luar negeri khususnya untuk pendidikan pascasarjana diantaranya memiliki skor IELTS mulai dari 6 ke atas. Memang untuk beasiswa Dikti skor IELTS yang dibutuhkan minimal 5.5, namun untuk diterima di universitasnya lebih baik Anda menargetkan skor IELTS di angka 6 bahkan 6.5 ke atas.

 




BACA JUGA :

 

Rabu, 24 Mei 2023

Beasiswa Amerika

 

Siswa yang ingin kuliah di Amerika dapat memperoleh beasiswa ke Amerika dari beragam sumber pemberian dana beasiswa. beasiswa di Amerika ditawarkan secara rutin oleh universitas-universitas di Amerika setiap tahunnya. Adapun beasiswa kuliah di Amerika ditawarkan dari tempat institusi di mana siswa sedang menempuh pendidikannya di Amerika. Beasiswa Amerika akan ditawarkan langsung dari Institusinya ataupun dari pihak fakultasnya. Universitas universitas terkenal di Amerika yang rutin membuka beasiswa Amerika termasuk Harvard University dan Ohio University.

Beasiswa untuk studi di Amerika banyak didanai oleh foundation internasional seperti beasiswa  dari Rotary Peace Fellowships, Huberth H. Humprey Fellowships dan Ford Foundation International Fellowships Program.

Beasiswa Amerika untuk indonesia ditawarkan juga oleh pemerintah Amerika. beasiswa pemerintah Amerika yang terkenal dari Amerika adalah beasiswa Fulbright atau disebut Fulbright Program yang dikelola oleh Institute of International Program. Program beasiswa Amerika ini banyak menawarkan pendidikan pasca sarjana di universitas-universitas Amerika termasuk beasiswa S2 Amerika dan beasiswa S3 Amerika.

Jika Anda menjadi penerima beasiswa Fullbright, Anda akan mendapatkan pembiayaan penuh mulai dari keberangkatan, biaya visa, uang saku selama kuliah, asuransi kesehatan, dana kuliah, dan biaya dukungan lainnya. Jika Anda masih belum lolos dan baru di tahap wawancara pun Anda akan mendapatkan biaya perjalanan untuk wawancara ke Jakarta jika Anda tinggal di luar kota.

Adapun fasilitas yang diterima oleh Anda jika lolos beasiswa ini diantaranya:

  • Tiket kelas ekonomi pulang pergi dari Indonesia ke Amerika Serikat
  • Dukungan visa J-1 yang merupakan visa non imigram untuk pelajar dan akademisi lainnya.Dana untuk biaya kuliah, biaya buku, biaya hidup dan piaya professional lainnya 
  • Asuransi kesehatan dan kecelakaan sesuai dengan aturan pemerintah AS.

Syarat Beasiswa Fullbright

Syarat Umum

  • Warga negara Indonesia dan bukan penduduk tetap di Amerika Serikat, serta tidak tinggal di AS
  • Memiliki jiwa kepemimpinan dan menunjukan pengalaman dalam melayani masyarakat.
  • Bisa berbahasa inggris dengan baik
  • Memiliki komitmen dan persiapan di bidang studi pelamar
  • Memiliki prestasi dalam bidang akademik
  • Berkomitmen kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiswa Fulbright.
  • Bersedia untuk bekerja paling tidak selama 5 tahun sebelum pensiun.
  • Pemohon tidak memenuhi syarat jika:
  • Karyawan, anggota keluarga dekat karyawan atau tanggungan karyawan AMINEF, Kedutaan Besar AS atau departemen luar negeri AS.
  • Sedang mengejar gelar lain
  • Telah menerima beasiswa lain saat melamar
  • Sedang melamar program serupa untuk gelar ganda

Syarat Khusus

  • Bergelar Sarjana (S1) bagi pelamar jenjang magister
  • Bergelar Master (S2) Bagi pelamar jenjang doctoral
  • Memiliki IPK 3.0 dalam skala 4.0
  • Memiliki skor TOEFL ITP 550, atau skor TOEFL iBT 80, atau skor IELTS 6,5 atau skor Duolinggo 105.3

Syarat Dokume

  • Mengumpulkan formulir beasiswa yang sudah diisi, termasuk tujuan studi satu halaman, pernyataan pribadi satu halaman, sampel tulusan akademik dan karya bibiliografi yang pernah diterbitkan.
  • Salinan skor TOEFL ITP atau IELTS terbaru dengan jangan kurang dari 2 tahun
  • Dua surat rekomendasi, dari pemberi kerja atau dosen universitas.
  • Foto transkrip akademik dan ijazah dalam bahasa asli dan terjemahan bahasa inggris.
  • Fotokopi dokumen identitas diri yang masih berlaku dari KTP atau paspor
  • Daftar riwayat hidup atau curriculum vitae

Pengumpulan aplikasi beasiswa Fullbright dilakukan secara offline (tidak melalui email). Ketika semua dokumen lengkap dam terpenuhi, kirimkan berkas dokumen ke alamat AMINEF.

Selain dari pemerintah Amerika, beasiswa untuk kuliah di Amerika ditawarkan juga oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah beasiswa DIKTI yang menawarkan beasiswa studi keluar negeri termasuk Amerika. Program beasiswa ini diperuntukan bagi kalangan didunia pendidikan. Program beasiswa yang diperuntukan kalangan lebih umum lagi adalah beasiswa Unggulan yang didanai dari APBN melalui Kementerian Pendidikan National. Adapaun program beasiswa lainnya seperti beasiswa Spirit dari BAPPENAS dan beasiwa Kementrian Kominfo menawarkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri termasuk di universitas-universitas di Amerika. Beasiswa LPDP yang didanai pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengundang daya tarik tinggi bagi siswa Indonesia yang bekeinginan kuliah di universitas terkenal luar negeri termasuk di Amerika.

Beasiswa untuk kuliah di Amerika, yang ditawarkan baik oleh institusi-institusi pendidikan Amerika, lembaga internasional, pemerintah Amerika atau pemerintah Indonesia umumnya memiliki syarat yang ketat dan ketentuan yang beragam.

Syarat untuk mendapatkan beasiswa studi di Amerika umumnya adalah siswa sudah mencapai nilai akademik diatas rata-rata dalam pelajarannya di satu semester ataupun juga dalam pelajaran dalam satu tahun terakhir. Kemampuan berbicara dan menulis bahasa Inggris harus mencapai standar yang cukup tinggi dengan mencapai nilai tertentu dalam tes IELTS. Lulus dalam tes-tes akademik tertentu seperti GRE atau GMAT dan lulus dalam wawancara yang diadakan oleh pihak juri pemberi dana beasiswa. Beasiswa Amerika serikat pun memberi syarat bagi siswa untuk mempunyai beberapa tahun pengalaman kerja, bahkan ada syarat sudah mencapai kedudukan level manajerial dalam pekerjaannya. Harus menunjukan kemampuan sebagai pemimpin dan juga memperlihatkan komitmen dan tanggung jawab tinggi dalam keahlian yang didapatkan setelah program studinya berakhir dan kembali untuk memajukan negeri asalnya siswa.

Beasiswa dari beberapa universitas di Amerika dapat diajukan juga saat siswa sedang kuliah di institusi bersangkutan, termasuk beasiswa Amerika s1. Syarat yang diajukan adalah nilai akademik yang tinggi dari tingkat pendidikan terakhirnya, terutama siswa Indonesia harus bersaing dengan siswa Amerika yang mungkin lebih mendapatkan prioritas dalam proses seleksinya.

Beasiswa untuk studi di Amerika ditawarkan dalam aneka ragam paket, tergantung lembaga pemberi beasiwa Amerika yang bersangkutan. beasiswa Amerika dapat dalam bentuk pembebasan biaya kuliah sepenuhnya dalam berbagai lama durasi termasuk biaya penelitian di lapangan, atau juga dalam bentuk diskon atau pengurangan dari jumlah biaya studi yang dikenakannya. Bahkan beasiswa kuliah di Amerika dapat termasuk beasiswa penuh yaitu selain ditanggung biaya pendidikan, juga biaya hidup siswanya. Biaya ini termasuk biaya tiket pesawat, biaya asuransi kesehatan dan bahkan biaya tanggungan keluarga yang menyertai siswa kuliah di Amerika.

 




BACA JUGA :